|
|
4 Oktober menandai momentum bersejarah dimana untuk pertama kalinya berbagai kelompok yang memiliki kepentingan dalam pemulihan Aceh dan Nias berkumpul. CFAN dirancang menjadi forum utama yang komprehensif untuk menggalang komunikasi dan koordinasi antar berbagai pihak yang berkepentingan, secara kolektif memecahkan masalah-masalah yang menghambat upaya pemulihan, serta memantau kemajuan projek-projek yang memberikan kontribusi kepada upaya ini. CFAN merupakan wadah pertemuan tingkat tinggi, yang dihadiri oleh duta besar dan kepala perwakilan dari para donator utama (LSM, Bilateral dan Multilateral) bersama dengan BRR dan perwakilan dari Pemerintah Indonesia dan masyarakat sipil.
Dengan seluruh pelaku utama yang penting bagi rekonstruksi dalam Aceh dan Nias duduk bersama, forum ini menyediakan kesempatan unik bagi upaya pencapaian koordinasi yang efektif, rekonstruksi yang lebih cepat, dan solusi terhadap tantangan yang menghambat kemajuan. Hal ini akan tampak 'high profile', namun juga menyediakan mekanisme akuntabilitas kepada rakyat Indonesia dan masyarakat dunia mengenai keseluruhan kemajuan pemulihan Aceh dan Nias. BRR akan mengadakan CFAN dua kali dalam setahun.
7 Objektif yang ingin dicapai dalam CFAN:
- Strategi yang lebih kuat dan kebijakan yang lebih baik, bukan sekedar berbagi informasi.
- Tanggung jawab kolektif untuk upaya-upaya sistematis dalam mengidentifikasi bottlenecks, masalah-masalah kebijakan, kesenjangan dan duplikasi, dan mengusulkan kebijakan untuk mengatasi hambatan ini.
- Pendekatan Problem-solving-masalah diidentifikasi dan diatasi pada tingkat serendah mungkin dengan mengacu ke struktur yang lebih tinggi untuk masalah-masalah yang tidak dapat diselesaikan secara lokal.
- Perencanaan dikembangkan secara holistic dan dengan melibatkan komunitas.
- Kerjasama dalam memastikan standard yang tinggi, ekuitas, dan kepemimpinan komunitas.
- Pengumpulan data yang lebih profesional dan secara proaktif dalam membagi informasi tersebut, terutama untuk memastikan program rekonstruksi didasarkan pada realitas di lapangan dan kebutuhan masyarakat.
- Transparansi: Arus informasi yang bertanggung jawab dan responsif bagi masyarakat yang terkena musibah.
|