|
Sebanyak 100 khatib dan penyuluh agama di Kota Banda Aceh mendapatkan pelatihan antikorupsi yang diselenggarakan Satuan Anti-Korupsi (SAK) Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, Rabu (20/8). Kegiatan ini bertujuan agar para khatib dan penyuluh agama bisa menyebarkan materi antikorupsi kepada masyarakat luas.
|
|
Juru Bicara Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Juanda Djamal mengatakan, BRR berkomitmen untuk melakukan percepatan realisasi berbagai proyek yang sedang dikerjakan di masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami. “Kita terus bekerja untuk menyelesaikan implementasi semua program pada November 2008 ini,” kata Juanda di Banda Aceh, Selasa (19/8).
|
|
Inisiatif Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias untuk berpartisipasi dalam Annual Report Award (ARA) 2007 mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak termasuk Menko Perekonomian merangkap Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, dalam sambutannya pada acara pengumuman pemenang ARA 2007 di Jakarta, Selasa (12/8). Inisiatif tersebut dianggap sebagai bentuk nyata akuntabilitas BRR yang merupakan satu-satunya lembaga pemerintah pusat yang berpusat di luar Jakarta.
|
|
Sebanyak 150 unit rumah bantuan dari Islamic Relief yang dibangun di kompleks kota baru Beuramoe (Labuy) diserahterimakan kepada korban tsunami, Senin (30/6). Selain penyerahan rumah, Islamic Relief, Qatar Red Cresent, AmeriCares, Disasters Emergency Committe, dan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, juga menyerahkan satu unit sarana air bersih di kompleks relokasi Desa Beuramoe, Kabupaten Aceh Besar.
|
|
Lima koperasi binaan Aceh Micro Finance (AMF) meraih penghargaan sebagai Lembaga Keuangan Mikro terbaik dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias. Sementara 36 koperasi lain meraih penghargaan sebagai koperasi berprospektif. Penghargaan berupa sepeda motor dan plakat.
|
|
Sebanyak 150 korban tsunami penghuni barak Raiders (Lambaro, Kec. Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar) dan Tampo (Aceh Besar) dalam waktu dekat akan memiliki rumah bantuan yang sumber dananya diperoleh dari Kuwait Red Crescent Society (KRCS). Rumah idaman di desa Kayee Lheue, Kec. Ingin Jaya tersebut dipastikan pembangunannya melalui Memorandum Of Understanding (MOU) yang ditandatangani hari ini, Senin 9 Juni 2008 di ruang Kabapel BRR NAD-Nias di Luengbata, Banda Aceh, antara KRCS-BRR NAD-Nias dan Pemkab Aceh Besar. Penandatanganan MOU dilakukan oleh wakil masing-masing lembaga, yakni Deputi Operasi BRR NAD-Nias Eddy Purwanto, Dr. Hilai Al Sayer, vice president KCRS, dan Bupati Aceh Besar Dr. H. Bukhari Daud.
|
|
Meskipun banyak hasil yang telah di capai dalam pembangunan kembali Kepulauan Nias pasca Gempa Bumi, masih diperlukan upaya percepatan pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut.
|
|
Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias mengalokasikan dana sebesar Rp 143,6 miliar untuk membantu pembangunan sarana ibadah di Aceh pada tahun anggaran 2008. Pembangunan ini akan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat.
|
|
Seiring dengan makin berkurangnya pekerjaan memasuki tahun terakhir masa tugas di Aceh dan Nias, Kepala Badan Pelaksana BRR NAD-Nias Kuntoro Mangkusubroto memutuskan untuk merombak struktur organisasi lembaga yang dipimpinnya.
|
|
Menjelang berakhirnya masa kerja Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh – Nias, dan sejalan dengan rampungnya program rekonstruksi, fokus BRR saat ini adalah membantu upaya pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Nias seiring dengan pengakhiran masa tugas BRR di wilayah tersebut pada bulan April 2009 nanti. Demikian penjelasan dari Kepala BRR Aceh – Nias perwakilan Nias pada saat berlangsungnya pertemuan donor (Donor Meeting) hari ini di Jakarta.
|