|
|
Berita Lainnya
|
Juru Bicara Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Juanda Djamal mengatakan, biaya representasi, pelayanan, dan pengawalan Kepala Badan Pelaksana BRR merupakan dana operasional yang ditetapkan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia.
|
|
oleh: T. Safir Iskandar Wijaya / Deputi bidang Agama, Sosial & Budaya BRR NAD-Nias
Setiap tahun umat Islam berkewajiban untuk melaksanakan ibadah puasa, mulai terbit fajar (matahari) hingga terbenam matahari, sebulan penuh di bulan Ramadhan, bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah. Dalam melaksanakan ibadah puasa, umat Islam tidak dibenarkan makan, minum, merokok dan melakukan hubungan intim pada siang hari. Mereka juga dilarang mengeluarkan kata-kata kotor, berbohong, bertengkar, dan sebagainya.
|
|
Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban terhadap publik, RANTF (Recovery Aceh-Nias Trust Fund) BRR NAD-Nias untuk masa tugas 2005-2006 dan 2006-2007 menyerahkan seluruh laporan keuangannya pada akuntan publik terpercaya, untuk diaudit secara independen. Kegiatan ini merupakan bagian dari perwujudan transparansi dan akuntabiltas RANTF BRR NAD-Nias. Grant Thornton Hendrawinata (anggota dari Grant Thornton International) selaku akuntan publik yang diwakili Johanna Gani menyatakan dalam laporannya tertanggal 28 Mei 2008, bahwa hasilnya adalah wajar tanpa pengecualian.
|
|
Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Kuntoro Mangkusubroto memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Rabu (3/9). Dalam kuliah umum itu, Kuntoro membahani mahasiswa baru tentang strategi pengambilan keputusan.
|
|
Pendidikan magang yang melibatkan 20 santri dayah salafi dan remaja masjid se-Aceh yang berlangsung selama satu bulan di CSRC (Center for the Study of Religion and Culture) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, berakhir dan ditutup Jum’at (29/8) kemarin. Kegiatan ini disponsori oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias dan dilaksanakan oleh Rabithah Thaliban Aceh (RTA).
|
|
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias akan mengakhiri masa tugasnya pada April 2009. Pulihnya kehidupan masyarakat Aceh dan Kepulauan Nias berhasil dicapai berkat kerjasama BRR, Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh, Nias, Nias Selatan dan seluruh mitra kerjanya. Hingga saat ini, Pemda juga telah melakukan berbagai terobosan untuk melanjutkan upaya pemulihan pascatsunami menuju pembangunan daerah jangka panjang. Di sisi lain, BRR gencar menyelesaikan pengalihan aset hasil rehabilitasi dan rekonstruksi dan mendukung kesiapan Pemda.
|
|
Yayasan Building Bridges to the Future (BBF) dan Recovery Aceh-Nias Trust Fund (RANTF-BRR NAD-Nias) hari ini mengadakan kenduri untuk secara resmi membuka Pusat Pelatihan dan fasilitas peternakan kambing di Lhuet yang akan menyediakan pelatihan peternakan profesional bagi wirausahawan yang terlibat dalam program pengembangbiakan dan penggemukan kambing di wilayah ini. Prakarsa ini merupakan bagian dari program mata pencaharian BBF untuk menyediakan lapangan kerja, penghasilan dan bahan pangan bagi peserta program serta desa-desa mereka.
|
|
Ada 23 tokoh terkemuka dari berbagai Negara, yang merupakan delegasi “Sahabat Kepresidenan” Republik Indonesia, datang ke Banda Aceh untuk melihat langsung kemajuan pembangunan pasca tsunami. Mereka mengunjungi beberapa lokasi seperti Kampung Persahabatan Indonesia-Tiongkok di Neuheun-Aceh Besar, Taman Edukasi Tsunami, Pusat Mitigasi Bencana, Desa Lambung di kawasan Uleelhue, serta beberapa landmark Banda Aceh seperti PLTD Apung dan Mesjid Raya Baiturrahman. Kedatangan mereka di Indonesia merupakan undangan dari Presiden RI dalam program Presidential Friends of Indonesia.
|
|
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias menyerahkan aset senilai Rp 89,66 milyar kepada Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Aceh, Kamis (14/8). Aset itu berupa ruang kegiatan belajar dan balai kegiatan guru serta pengadaan sarana dan prasarana pendidikan madrasah.
|
|
Manajemen resiko bencana adalah hal penting yang dilakukan sebelum, setelah terjadinya bencana dan dalam masa pemulihan.”Manajemen resiko bencana juga mengelola dana bantuan yang banyak mengalir secara transparan dan bertanggung-jawab,” tegas Kuntoro Mangkusubroto, Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias dalam pembukaan konferensi dan lokakarya bertajuk “Promosi Inisiatif Manajemen Resiko Bencana” yang diadakan untuk memperingati 50 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Selandia Baru dan berlangsung selama dua hari, 5-6 Agustus di Jakarta.
|
|